Life Update

Life Update

Hai semua,

Apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat ya. Gue tahu udah lama banget gue ga tulis atau bahkan balas chat kalian. Untuk sharing session ini gue mau life update aja, karena gue merasa banyak banget perubahan yang terjadi dalam hidup gue. Banyak banget yang gue alami dalam beberapa bulan ini. Dan dalam kesempatan kali ini, gue ingin cerita dan sekalian memproses juga.

Mungkin banyak dari kalian yang belum tahu, kalau gue lanjut kuliah S2 di Inggris dari September 2019. Gue kuliah ambil jurusan Mental Health: Psychological therapies, dan ini gue ambil karena komunitas  We are Seeds ini. Kuliah S2 di Inggris menurut gue itu berat, gue sendirian ga kenal siapa-siapa, dan gue bukan tipe orang yang gampang bergaul. November 2019, gue putus dengan pacar gue yang dulunya juga sahabat gue. Gak lama setelah itu, Desember 2019, teman gue meninggal akibat kecelakaan mobil. Ingat gak dulu gue sempat off dari We are Seeds? itu karena gue butuh waktu untuk memproses. January 2020, seperti biasa, tahun baru gue dimulai dengan banyaknya resolusi: lulus kuliah, followers We are Seeds sampai 100k, buat komunitas, buat Youtube We are Seeds, dan lain-lainnya.

Mungkin ini yang dibilang diajaran kepercayaan gue, manusia boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan. Maret 2020, gue harus balik ke Indonesia karena virus Covid-19. Gue menjalankan kuliah online dan juga ujian online. Tapi tugas gue ga sampai di situ. Seperti yang kita tahu dampak Covid-19 bukan hanya pada kesahatan tapi juga ekonomi. Gue memutuskan untuk mulai buka usaha makanan sama dua teman gue. Gue juga bantu usaha jualan mama gue. Dan sekarang gue udah kembali kerja kantoran untuk bantu usaha papa gue. Pekerjaan gue kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan kesehatan mental. Jadi gue harus belajar lagi dari awal lagi.

Kalau kalian tanya perasaan gue kaya apa? jawabannya adalah gatau. Karena gue ga punya waktu untuk merasa. Gue ga punya waktu untuk memproses ini semua. Sehari-hari yang gue pikirkan dan kerjaankan itu seputar kerjaan, usaha, dan kuliah gw dan komunitas ini. Bahkan kuliah gue aja belum kesentuh lagi. Gue berusaha untuk nulis We are Seeds, tapi gue pun juga gatau mau tulis apa karena gue belum sempat untuk proses apa yang terjadi. Gue belum sempat balas chat kalian. Followers We are Seeds turun sekitar 5 ribuan, karena memang gue gak pernah update lagi. Terlalu banyak perubahan, terlalu banyak yang harus dipikirkan.

“Lebay”
“jangan baper”
“baperan banget sih”
“itu kan udah lama”
“Ayo dong fokus”
“lemah banget sih”
“Jangan manja”

Inilah perkataan yang selalu ada dipikiran gue ketika gue memikirkan tentang mantan, teman gue yang meninggal, kekhawatiran gue, dan cara pandang gue ke diri gue sendiri. Gue menyalahkan diri gue kalau gue kepikiran hal yang sudah terjadi di masa lalu karena gue menurut gue masih banyak yang gue harus lakukan dan pikirkan. Gak berani cerita ke orangpun karena gue merasa memang itu sudah masa lalu, dan orang lain pun juga punya masalah yang lebih berat. Gue lulusan psikologi, ambil S2 jurusan mental health, menulis dan bahkan kadang menasehati orang mengenai self-love, self-worth, perjuangan, tapi diri sendiri pun masih bergumul, masih merendahkan diri sendiri, masih tidak bisa menerima diri apa adanya. Di sini lah kesehatan mental gue terganggu, karena ideal dan realita berbeda.

Pagi ini gue memutuskan untuk memberikan waktu ke diri gue untuk memproses segala yang terjadi dalam hidup gue. Mungkin bagi orang ini tidak berat, mungkin di luar sana ada malasah yang lebih berat. Tapi satu hal yang gue sadari permasalahan hidup orang, perasaan, kekuatan, atau kesehatan mental kita bukanlah suatu kompetisi siapa yang lebih berat atau siapa yang lebih kuat. Apa yang kita rasa dan apa yang mereka rasa pasti berbeda. Jadi seberat atau seenteng apapun masalah, kalau itu berdampak ke dalam kesehatan mentalmu, kamu berhak untuk punya waktu untuk dirimu.

Ketika gue memikirkan segala perubahan yang sudah atau sedang terjadi, yang gue sadari adalah pikiran bisa saja sudah menerima dan memikirkan sesuatu yang ada di depan, tapi kadang hati harus butuh waktu yang lebih lama untuk menerima kenyataan. Jadi berilah waktu untuk hati memproses. Saat ini gue merasa gue sedang dalam proses pendewasaan, dimana tanggung jawab lebih penting dari pada perasaan. Gue diberi tanggung jawab yang lebih bukan karena gue mau ataupun siap, tapi karena harus. Proses pendewasaan ini tentunya ga gampang untuk gue, karena gue aja masih ada pemikiran pesimis, ketakutan, dan kekhawatiran. Takut gagal, takut mengecewakan orang tua, takut tidak lulus, takut ini dan itu. Banyak banget yang harus gue pelajari dan hadapi.

Tapi dibalik semua pergumulan gue, rasa lelah dan rasa takut, gue belajar banyak banget selama beberapa bulan ini.

  1. Gue belajar walaupun gue udah belajar mengenai psikologi dan kesehatan mental, gue tetap manusia yang masih punya rasa takut dan khawatir, dan itu wajar. Tapi belajar psikologi dan kesehatan mental mengajarkan gue untuk mengenal diri gue lebih lagi, dan belajar untuk menangani diri gue sendiri.
  2. Gue belajar untuk tetap berharap kalau suatu yang baik akan terjadi, walaupun belum terlihat. Mungkin orang bilang jangan berharap karena nanti kecewa. Tapi menurut gue, dengan berharap dan percaya itu lah yang membuat gue bisa terus berjalan dan berusaha. Karena hasil tidak akan menghianati proses.
  3. Gue belajar untuk membagi waktu, untuk mengkontrol perasaan gue dalam setiap aspek hidup gue. Belajar untuk tetap bersyukur dan bahagia itu pilihan.
  4. Gue belajar kalau terkadang perubahan terjadi demi kebaikan kita. Mungkin perubahan ini adalah proses pendewasaan untuk kita. Agar kita lebih kuat, agar karakter kita dibangun.
  5. Gue belajar menangis bukan berarti lemah. Kemunduran bukan berarti gagal. Karena yang menentukan siapa diri gue dan keberhasilan gue itu dari diri gue sendiri. Gue hanya butuh waktu untuk memproses, untuk bisa bangkit lagi, untuk bisa menjalani lagi.
  6. Gue belajar untuk melepaskan dan berdamai dengan masa lal. Gue menyadari melepaskan bukan berarti gue berhenti menyayangi. Tapi gue berhenti untuk menunggu, berhenti untuk berdiam, berhenti untuk berjuang, karena masih banyak dalam hidup gue yang harus gue perjuangkan, termasuk diri gue sendiri.
  7. Gue belajar kalau gak semua hal perlu kita jelaskan, gak semua orang itu mengerti apa yang kita rasakan dan begitupun juga sebaliknya. Apa yang orang lihat itulah yang kita ingin tunjukan, apa yang kita lihat juga itulah yang mereka ingin tunjukan. Apa yang didalamnya mungkin saja berbeda. Jadi tetaplah berbuat baik, jangan langsung menghakimi, karena setiap kita punya pergumulannya sendiri.

Yang terakhir, gue belajar mungkin perubahan dan masalah dalam hidup ini tidak bisa dihindari. Tapi kita selalu punya pilihan. Ketika masalah menjatuhkan kita, kita punya pilihan untuk bangkit atau untuk tetap dibawah. Ketika masalah datang, kita punya pilihan untuk lari atau hadapi. Kita selalu punya pilihan. Dan ingat kita ini manusia, tidak sempurna dan kadang salah. Mungkin terkadang pilihan kita salah, tapi kita bukan pohon yang hanya bisa diam. Kita bisa putar arah, kita bisa berpindah, kita bisa memilih. Permasalahan boleh saja memutar-mutar kita, orang sekitar boleh saja menyakiti kita, tetapi kita punya pilihan kok dalam bagaimana kita menyikapinya.

Gue belum sempurna, gue masih bergumul, gue masih belum menemukan jalan keluar, dan gue bahkan gak tahu cara gue menjalani ini benar atau salah. Tapi gue memilih untuk tetap berjuang. Gue memilih untuk percaya sama diri gue dan sama yang di Atas kalau gue bisa menjalankan ini semua.

Sekian sharing dan life-update hidup gue. Terima kasih yang udah mau baca, terima kasih yang udah menemani gue memproses ini. Semoga sharing-an gue bisa bermanfaat. Untuk kalian yang sedang dalam proses pendawasaan, yuk kita jalanin sama-sama. Berjuang sama-sama. Bangkit sama-sama.

Salam rindu,
Teman seperjuanganmu,
@anditaputerii
Founder of @weareseeds.id

 

 

 

 

 

 

 

This Post Has 2 Comments

  1. LalaLisa21

    Sabar ya kak, semua yang terjadi pasti ada hikmahnya. Saat menghadapi sebuah masalah aku sering menguatkan diri dengan berkata ” sabar jangan menyalahkan diri sendiri, kamu bukan satu-satunya, semua orang juga mengalaminya. Tapi mereka punya cara masing-masing untuk menutupinya” menguatkan diri sendiri itu harus. Kerna kalau bukan diri kita sendiri siapa lagi??. Sebuah perjuangan hidup itu prosesnya berbeda- beda tapi tujuan kita pasti sama, sama-sama ingin berhasil.
    Aku pernah berada di posisi itu dan sekarang juga lagi berada di posisi itu. Yah mungkin jalan ceritanya berbeda tapi rasanya pasti sama. Intinya semua tergantung pilihan masing-masing bertahan atau menyerah.
    Semangat kak, tetap kuat ya. 🤗🤗
    Semoga aku, kk, dan mereka semua selalu diberikan kemudahan dalam mengahadapi semua masalah. Dan yang terbaik selalu berada di jalan-jalan kita😇.

  2. Fika

    Tidak ada masalah kak. Datang dan bangun datang silih berganti. Apapun yg telah kita pelajari, apapun yg telah kita lakukan, ataupun jalani, itu tidak ada hubungannya dengan hakikat kita yg sebagai seorang manusia yg memiliki perasaan. Tapi mungkin yg harus selalu kk ingat adalah bahwa kk mungkin sudah menjadi pengembali semangat ataupun pengembali harapan banyak orang diluar sana yg sudah putus asa. Jadi, kami akan selalu menunggu kk dan jg mensupport kk seperti apa yg telah kk lakukan pada kami. Semangat kak. We love you.

Leave a Reply