Hilang rasa || Kehilangan Part – 5

Hilang rasa || Kehilangan Part – 5

Hilang Rasa || Kehilangan Part 5

Diawali oleh rasa sakit,
Tetapi mencoba untuk tetap berjalan.
Berusaha untuk bangkit,
Tetapi masalah terus menekan.

Lelah untuk menghadapi dan merasakan,
Serasa diri ini tak kuasa untuk bertahan,
Hingga akhirnya memilih untuk mengeraskan hati,
Menelantarkan apa yang dirasa agar tidak merasa sakit.

Mungkin lebih baik seperti ini,
Tak ada lagi rasa sakit atau khawatir.
Bersikap baik-baik saja,
Berharap sandiwara ini menjadi kenyataan.

Namun seiring waktu berjalan,
Bukan hanya rasa sakit yang tak terasa,
Tetapi juga kebahagiaan dan ketenangan,
Pikiran kosong, hatipun hampa.

Ketika hilang rasa untuk peduli,
Karena rasa kepeduliaan sudah habis untuk mereka.
Ketika hilang rasa untuk mencintai,
Karena seluruh cinta ini sudah diberikan untuk mereka.

Sehingga tidak ada lagi yang tersisa di dalam diri ini…

Sadarkah kamu, sengaja atau tidak sengaja,
Mengeraskan hati adalah suatu pertahanan agar ia tak terluka lagi,
Suatu peringatan kalau dirimu butuh perlindungan,
Suatu teguran agar kamu kembali ke dirimu.

Jika lenganmu patah,
Pura-pura baik-baik saja tidak akan membuat itu pulih.
Kamu akan memberikan pengobatan dan perawatan secara khusus,
Dan pengertian kalau lengan yang patah butuh waktu untuk pulih.

Sama seperti hati ini,
Ia membutuhkan pengobatan, perawatan, pengertian, dan kesabaran.
Bukan dari orang lain, tapi dari kamu.
Dan seperti lengan yang patah, hati juga butuh waktu untuk pulih.

Berhenti menahan mereka yang tidak ingin ditahan,
Berhenti mengubah dirimu untuk dicintai oleh mereka,
Berhenti mencari pengganti untuk apa yang sudah pergi,
Mengerti bahwa segala suatu yang dipaksakan tidak akan bertahan lama.

Karena itu jika memang belum waktunya,
Berilah waktu untuk hatimu pulih,
Isilah kehampaanmu dengan cintamu sendiri,
Isilah pikiranmu dengan cara-cara untuk mencintaimu.

Sehingga hatimu bisa kembali merasakan cinta,
Yang seharusnya ia pantas dapatkan selama ini,
Dari orang yang ia inginkan selama ini,
Yaitu dari diri kamu sendiri.

Aku tahu kamu ingin segerah pulih,
Aku tahu kamu tidak ingin terlihat lemah,
Aku tahu kamu ingin tetap berjalan,
Tetapi ini bukan lagi masalah ego atau harga diri.

Ini masalah kesehatan mental,
Masalah dirimu yang butuh perlindungan dan pertahanan darimu,
Masalah hatimu yang lelah dan butuh perjuangan darimu,
Jadi dengarlah ketika ia berbicara,

“Hey, lihat aku sebentar boleh? aku butuh kamu”

Salam hangat,
@weareseeds.id
Teman seperjuanganmu

Leave a Reply