Dear kamu || Self-love part 10

Dear kamu || Self-love part 10

Dear kamu,

Hi, apa kabar? Semoga kamu baik-baik saja.

Inget ga dari kemarin aku berbicara tentang self-love? Tentang bagaimana pentingnya untuk mencintai diri sendiri. Lalu mungkin kamu bertanya bagaimana untuk mencintai dirimu sendiri? Karena mungkin sulit rasanya untuk menganggap kalau diri kita ini cukup dan berharga.

Pada surat kali ini aku ingin bercerita sesuatu. Kemarin dosenku bilang kalau kekerasan bukanlah hanya memukuli, melukai, atau mencaci maki, tapi juga mengabaikan. Ketika orang tua mengabaikan anaknya dan membiarkan anaknya terlantar di dalam psikologi itu disebut kekerasan. Dalam hidup ini, mungkin kamu tidak menyakiti dirimu secara non-verbal. Tapi seberapa sering kamu mencaci maki dirimu sendiri. Seberapa sering kamu mengabaikan dirimu sendiri? Mengabaikan rasa sakitmu, mengabaikan lukanya hatimu, mengabaikan kesehatan mentalmu. Tahukan kamu kalau secara tidak langsung kamu melakukan kekesaran terhadap dirimu sendiri?

Jadi jika kamu bertanya bagaimana untuk mencintai dirimu sendiri? Mulailah dengan peduli. Peduli dengan dirimu. Peduli dengan kesehatan mentalmu. Sadar kalau diri kamu perlu istirahat, sadar kalau diri kamu perlu diperhatikan, bukan dari orang lain, tapi dari kamu sendiri. Berhenti melakukan kekerasan pada dirimu sendiri. Berhenti membiarkan orang melakukan kekerasan pada dirimu. Tidak kasihankah kamu terhadap dirimu? Ketika ada orang menyakitimu tetapi kamu malah menyalahkan juga dirimu. Ketika orang meninggalkanmu dan kamu lebih memilih untuk meninggalkan dirimu juga untuk mengejarnya kembali. Ketika memilikinya lebih baik dari pada memiliki dirimu sendiri. Ketika dirimu sudah bekerja keras tetapi gagal dan kamu lebih memilih untuk mencaci maki dirimu.

Hidup memang tidak mudah, ada kalanya kita disakiti, ada kalanya kita menyakiti, ada kalanya kita gagal, tapi bukan berarti itu menjadi alasan untuk kamu melakukan kekerasan pada dirimu sendiri. Hidup ini butuh perjuangan dan berjuanglah bersama dirimu. Kuatkanlah hati dan tekadmu. Lepaskan dan maafkanlah orang yang menyakitimu walau mungkin mereka tidak pantas untuk dimaafkan, tetapi kamu pantas untuk mendapatkan kedamaian. Aku tahu kamu lelah, bahkan terkadang merasa tidak sanggup lagi. Jangan terlalu keras dengan dirimu sendiri karena hidup kamu adalah sebuah proses.

Jadi pedulilah dengan dirimu selama proses ini. Ada untuk dirimu selama proses ini. Cintailah dirimu selama proses ini. Perjuangkanlah kesehatan mentalmu. Perjuangkanlah dirimu. Perjuangkanlah masa depanmu. Bukan untuk aku atau mereka, tapi untuk kebaikan dirimu sendiri.

Kita sama-sama ya ngejalanin proses ini. Aku ada di sini untuk kamu, selalu.

Love,
@anditaputerii
Founder of We are Seeds Indonesia

This Post Has One Comment

  1. Wawa

    Tapi gimana kak, saat kita berusaha buat peduli untuk diri kita tapi orang lain malah bilang kita terlalu tidak peduli pada sekitar dan terlalu jahat. Itu sebenarnya jadi salah satu beban juga untuk saya

Leave a Reply