Terus Terang

Untuk kalian yang nanya gw kemana selama ini, kok chat udah ga pernah dibalas, bahkan ada emang beberapa yang gw ga balas dari awal dan itu udah sampai 200 orang lebih yang dm, whatsapp, line, email.

Pertama-tama gw minta maaf karena gw ga ada di situ saat kalian butuh teman untuk cerita. Gw benar benar minta maaf sedalam-dalamnya. Pada kesempatan kali ini, gw mau sharing ke kalian, gw mau coba terus terang dengan kalian, dan thank you untuk kalian yang mau sempatin waktu untuk baca ini.

So, this is the truth.

Gw orang yang introvert dan ga gampang untuk ke buka dengan orang-orang. Mungkin keluarga gw pun sendiri atau bahkan teman-teman gw, ga tahu tentang permasalahan hidup gw. Mungkin dari luar orang akan bilang hidup gw itu ga ada masalahnya dan udah enak banget. Mungkin kalau gw bunuh diri, orang akan bilang gw adalah orang yang sangat sangat tidak bersyukur. Dan itu benar kok.

Gw hidup di keluarga yang berkecukupan. Orang tua gw dan keluarga gw sayang sama gw. Gw punya beberapa teman dekat yang emang gw bisa percaya. Hidup gw gak ada drama. Gw punya pacar, dan dia sayang kok sama gw. Gw bahkan bukan hanya sekedar memeluk suatu agama, tetapi gw punya hubungan dengan Tuhan gw.

Hanya satu permasalahan gw. yaitu diri gw sendiri.

Gw orang yang insecure, orang yang takutan, orang yang punya low self-esteem, yang suka negative self-talk, yang benci sama diri sendiri. Selama gw hidup 22 tahun, gw masih belajar “self-love”. Diri gw sendiri yang membuat gw berhenti melangkah dan menyerah, karena gw ga bisa percaya dengan diri gw sendiri. Gw ga bisa support diri gw sendiri dan itu membuat gw menjadi selalu bergantung pada orang. Dan seperti yang kita tahu, kalau bergantung sama orang itu pasti ada kecewanya, dan itu membuat gw tambah insecure. Walaupun aspek -aspek dalam kehidupan gw itu rata-rata baik seperti aspek kekeluargaan, persahabatan, percintaan, keuangan, dan keagamaan, tapi hanya karena aspek personal gw,  gw pernah ngalamin yang namanya depresi. Gw mengalami eating disorder. Gw pernah mengalami rasa-rasanya dimana hidup gw hampa dan udah ga merasa berguna lagi. Gw pernah juga bertanya kenapa gw dilahirkan di dunia ini. Susah untuk jelasin lebih dalam lagi karena emang sulit buat gw untuk mengekspresikan ini ke orang-orang bahkan orang-orang terdekat. Mungkin mereka kaget juga kali kalau sampai baca ini. Tapi ini diri gw sebenarnya.

Dan jujur, gw juga masih bergumul dengan diri gw sendiri. Gw banyak baca buku tentang self-love, tentang ajaran ajaran agama gw, berdoa, nonton video youtube, dan lain-lainnya. Kadang, kalau gw lihat di kaca, atau lihat kalian cerita atau bahkan lihat followers We Are Seeds yang udah bahkan sampe 45K, gw sering merasa, siapa gw bisa nasehatin kalian. Gw merasa kalau gw munafik, mencoba menasehati kalian, padahal hidup gw pun juga belum benar. Gw bukan penulis, bahasa indonesia gw masih kacau bahkan masih salah. Gw bukan orang yang berpengalaman, umur gw baru 22 tahun. Inilah alasan kenapa gw berhenti untuk balesin kalian. Karena gw ga merasa layak untuk bisa memberi kalian nasehat.

Berbulan-bulan gw bergumul. Hingga satu hari gw pikir lagi, apa alasan gw buat We Are Seeds Indonesia. Gw ingat lagi alasan awal gw untuk buat organisasi ini. Tujuan gw untuk buat organisasi ini adalah gw kepengen orang-orang di luar sana yang punya perasaaan kaya gw, yang bergumul dengan dirinya sendiri, yang bahkan bergumul dengan aspek lain, ga merasa sendirian. Tujuan gw buat organisasi ini, bukan untuk menjadi motivator atau influencer, tapi hanya ingin menjadi teman. menjadi teman kalian. Mendirikan suatu komunitas agar kita ga pernah merasa sendiri lagi.

Mulai hari ini, gw memutuskan untuk kembali lagi ke We Are Seeds Indonesia. Untuk bisa menjadi teman seperti apa yang gw pernah janjikan di salah satu tulisan tujuan We Are Seeds ini. Tapi maaf, kalau gw ga bisa membantu, maaf kalau gw ga pernah punya pengalaman yang sama. Gw cuman bisa kasih tahu satu hal, modal gw untuk buat ini adalah passion gw dalam organisasi ini. Organisasi ini gw buat benar-benar dari hati. Gw dengerin dan balesin chat kalian benar-benar dari hati dan emang karena gw peduli. Passion gw dalam We Are Seeds Indonesia adalah satu-satu nya alasan kenapa gw bisa keluar dari zona nyaman gw. Satu satunya motivasi gw untuk mau belajar tentang self-love dan hal hal yang lain.

Jadi Founder of We are Seeds Indonesia bukan berarti gw lebih hebat atau lebih dewasa. We are Seeds Indonesia bukan semacam counseling dan gw bukan kalian punya counselor. Gw hanyalah seseorang millennials yang punya permasalahan hidup. Yang masih bergumul, tapi punya kemauan untuk menjadi lebih baik, yang kebetulan juga kuliah jurusan psikologi. Jadi apapun nasehat yang gw berikan ke kalian pun, gw juga masih pelajarkan kok. Dan jujur, sekarang gw bersyukur dengan segala pergumulan gw, karena itu membuat gw bisa mengerti apa yang kalian rasakan. Pergumulan gw mempertemukan gw sama kalian, pergumulan gw memberikan gw alasan untuk hidup.

Selama berbulan-bulan, gw pengen kasih tahu kalian, tapi gw merasa ter-exposed aja, jadi ga pernah berani. Tapi gw mikir, kalau kalian bisa cerita sama gw, masa gw ga bisa cerita sama kalian. Kita ini kan sama, satu komunitas. Jadi gw beranikan diri untuk tulis ini. Satu hal yang gw sadari, mau sesempurna apapun hidup kamu di mata orang, it’s okay jika kamu merasa something’s wrong, and It’s okay to not be okay, but it’s not okay to stay that way. Kita harus sadar, kita harus punya kemauan untuk memperbaiki itu. Karena kita tidak berjalan sejauh ini untuk menyerah.

Jadi sekali lagi gw tekankan, gw bukan motivator, gw bukan penulis, gw bukan influencer. Cita-cita gw emang jadi psikolog, tetapi gw belum sampai tahap sana. Jadi ketika kalian cerita, anggap aja gw teman kalian, karena emang gw teman kalian.

Untuk kalian yang udah pernah curhat, tapi ga pernah dibalas, chat ulang lagi aja jika kalian masih mau cerita. Untuk kalian yang mau cerita, chat aja lagi. Tapi guys, untuk whatsapp, gw tutup ya, karena gw juga ada kerjaan dan gw ga bisa fokus tiga media. Jadi media untuk cerita private hanya di dm dan line. Kalau mau sharing di sharing session bisa dikirim ke email.

Thank you buat pengertiaannya. Thank you buat dukungannya. I hope one day kita beneran bisa ketemu ya :).

 

 

Love,
@anditaputerii

This Post Has 4 Comments

  1. Fachrina Azzahra

    Hai kamu, aku fikir hanya aku yang seperti itu, merasa insecure sma diri sendiri, merasa tidak berguna, aku tak tahu sudah masuk tahap depresi atau enggak, tapi seperti yg kamu blg “Satu hal yang gw sadari, mau sesempurna apapun hidup kamu di mata orang, it’s okay jika kamu merasa something’s wrong, and It’s okay to not be okay, but it’s not okay to stay that way. Kita harus sadar, kita harus punya kemauan untuk memperbaiki itu. Karena kita tidak berjalan sejauh ini untuk menyerah.” Terima kasih untuk kata kata ini, membuat ku untuk bisa lebih menghargai diri sendiri

  2. Feby

    Hi! Salam kenal. Aku feby. Aku juga 22 tahun. Aku baru ngikutin ig we are seed indonesia baru sekitar 1 bulan maybe, jujur aku suka setiap postingan nya. Suka ngerasa pass bget gitu. Thank you!! And aku baca postingan kamu yang ini, kok rasanya sama yaaa. aku juga ngerasa dalam tahap ini. Teruslah berkaryaa dengan caramu sendiri😊 thank you so much💕

  3. Yoel renaldi

    Luar bisa, sama aku nih
    Cerita ini bener bener menguatkan aku dan siapa diriku sebenernya.
    Thanks you somuch andita

  4. Dahs

    Suka :”
    Baru kemarin bacain tulisan We Are Seed entah kenapa jadi tenang, kayak nggak sendirian, akupun heran.
    Terimakasih ya 💕

Leave a Reply