Bagaimana Cara Belajar untuk Menerima?

Bagaimana Cara Belajar untuk Menerima?

Kalau kalian sudah baca dua artikel sebelum ini, kalian sudah tahu apa yang dimaksud dengan menerima dan mengapa kita harus menerima. Kalau belum baca, kalian bisa lihat di bawah artikel ini akan tercantum dua artikel tersebut. Nah, sekarang kan kita sudah mengerti apa yang dimaksud dengan menerima dan tahu kenapa menerima itu penting. Tapi bagaimana sih caranya belajar untuk menerima? Dari pengalaman hidup gw, ini yang gw lakukan saat gw belajar untuk menerima kenyataan:

1. Belajar untuk bersyukur

  • Waktu masalah datang di dalam hidup gw, gw mencoba untuk melihat hal-hal yang positif di dalam kehidupan gw. Jujur, memang susah sebenarnya pada saat itu untuk tetap positif. Gw merasa kita kadang lebih menganggap satu aspek dalam kehidupan kita lebih berharga daripada aspek yang lain. Contohnya, kita merasa kesuksesan lebih berharga daripada kesehatan. Menurut gw itu cara berpikir yang salah, karena semua aspek dalam kehidupan kita itu sama pentingnya, sama berharganya. Banyak orang lain diluar sana ingin apa yang kita tidak syukuri. Jadi ketika masalah datang terima dengan hati yang tulus dan jangan berhenti untuk mencari hal-hal positif dalam kehidupan kita mau sebanyak apapun masalah yang kita hadapi. Percaya sama gw, itu sangat membantu dalam berpikir dan menghadapi masalah kita.

2. Berhenti Membandingkan

  • Jika membandingkan karena ingin termotivasi atau bersyukur, kita boleh saja membandingkan. Tapi jika membandingan diri dengan orang lain membuat kita iri dan jadi mengasihani diri sendiri meningan berhenti membandingkan karena seperti kutipan yang di atas, membandingkan diri kita dengan orang lain adalah permainan yang kita tidak akan pernah menang. Berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain. Setiap orang mempunyai permasalahannya sendiri. Jangan iri dan jangan marah karena hidup orang lain terlihat lebih menyenangkan dibandingkan hidup kita. Kita tidak pernah tahu apa yang mereka rasakan. Ingat saja, setiap kita memikirkan kehidupan orang lain, kita sudah membuang-buang waktu kita untuk bertumbuh. Iri tidak akan menghasilkan apapun, demikian juga dengan menghakimi. Terima kenyataan hidup kita, jangan berandai-andai saja. Sibukkan diri kita dengan memperbaiki diri kita dan mencari solusi untuk masalah kita.

3. Rasakan sakitnya

  • Jika kita gagal, dikhianati, ditinggalkan, dipermalukan, tidak dimengerti, disakiti, kita harus rasakan sakitnya. Terima rasa sakitnya. Menurut gw, merasakan sakitnya itu sangat penting dalam proses “menerima”. Jika kita merasakan hal itu, jangan langsung ganti pikiran kita. Jangan langsung mencoba untuk melupakan perasaan tersebut. Tapi kita harus bisa hadapi itu, jangan menghindar. Pikirkan apa jalan keluarnya, pikirkan sesuatu hal yang positif yang kita bisa lakukan. Pikirkan hal positif yang kita bisa dapat dari permasalahan tersebut. Kita harus bisa transfer hal yang negatif ke hal yang positif. Lawan itu semua dipikiran kita. Kita adalah pengemudi dalam hidup kita. Kita sendiri yang bisa kontrol cara kita berpikir. Jangan biarkan pikiran negatif kita yang mengkontrol pikiran kita. Terima kalau kenyataan hidup kalian pahit. Tapi percaya apapun yang pahit akan selalu bisa dijadikan yang manis jika kita melakukan sesuatu. Jangan malas untuk berpikir, jangan malas untuk berjuang. Kita itu kuat dan  kita yang pegang kendali atas hidup kita. Ingat semua hanya ada dalam pikiran. Yang terpenting adalah cara kita berpikir. Jadi sekali lagi pikirkan yang positif, lakukan yang positif, maka hasilnya pun akan positif.

Note: Jadi apa pendapatmu mengenai cara belajar untuk menerima? Kalian bisa comment, sharing atau memberi masukan dibawah comment sini. Jika kalian ingin cerita secara private, bisa email weareseeds.id@gmail.com atau langsung direct message instagram @weareseeds.id

Leave a Reply