Mengapa Kita Harus Menerima?

Mengapa Kita Harus Menerima?

Pernah ga sih kalian dengar quotes “Time heals” yang artinya waktu yang akan menyembuhkan. Gw dulu percaya banget sama kata-kata ini. Gw selalu percaya kalau memang waktu akan menyembuhkan. Dulu waktu gw habis putus sama mantan pacar gw yang pertama, gw selalu tunggu sampai waktu menyembuhkan rasa sakit gw sendiri. Jadi caranya kalau gw mau nangis ya nangis aja. Kalau gw masih mau melihat instagram dia, gw lihat aja. Karena gw yakin suatu saat nanti gw akan bosan dan akan mempunyai kehidupan gw sendiri. Selama itu waktu berjalan aja, dan memang benar gw lupa dan gw merasa gw sudah move on. Tapi kadang kalau gw lagi bosan atau melihat dia, gw masih ada perasaan sedih dan marah. Apapun yang berhubungan dengan love life gw, bisa mengingatkan gw sama dia, dan gw mulai sedih dan marah lagi.  Dari situ gw tahu kalau masa lalu gw belum beres. Gw sadar kalau kita harus bisa tutup masa lalu kita untuk bisa berjalan ke masa depan.

Cara gw menutup pintu masa lalu gw itu dengan cara menerima. Sekarang, gw sudah menerima sepenuhnya. Gw sudah menganggap itu masa lalu, dan memang ini sudah jalannya. Kalau memang pada saat itu gw yang salah, gw perbaiki diri untuk pacar gw selanjutnya. Kalau itu salah mantan gw, gw maafkan dia dan berpikir kalau berarti dia bukan yang terbaik untuk gw. Jujur, itu butuh waktu yang lama. Ga segampang itu untuk terima kenyataan dan tidak menyalahkan diri sendiri. Apa yang gw lakukan selama itu butuh effort, butuh dukungan, butuh keyakinan. Setiap gw merasa sedih atau marah, gw selalu berusaha untuk berpikir positif. Sampai pada suatu saat, ketika gw ketemu sama mantan pertama gw, gw sadar gw sudah tidak perlu effort lagi karena perasaan negatif gw sudah hilang.

Pada saat itu gw merasa bahagia dan tenang banget, gw merasa gw sudah bisa menjalani hidup gw tanpa ada masa lalu yang bisa membuat gw sedih. Jadi dari menurut pengalaman gw, menerima itu sangat penting. Menerima bukan kata yang hanya untuk dikatakan, tetapi untuk ditanam di hati. Ketika kita sudah bisa menutup masa lalu kita, kita bisa berjalan ke depan tanpa harus membawa beban. Kalau kita tidak bisa menerima, itu bagaikan kaki kita yang terikat di tiang. Seberapa panjang ikatan tersebut, suatu saat kita kan stuck dan stop berjalan, lalu kita akan melihat kebelakang dan tetap merasa sakit. Sakit karena luka di hati kita belum sembuh dan kita paksakan atau kita hanya lupakan. Kita harus bisa putuskan tali itu dan lepaskan diri kita dari masa lalu. Menerima kenyataan, kegagalan, permasalahan, penghianatan, kesalahan dalam hidup kita adalah langkah untuk kebahagiaan dan ketenangan. Kita harus bisa terima kalau memang itu semua sudah terjadi. Ketika kita bisa menerima itu kita akan lebih mudah untuk berpikir jernih untuk langkah selanjutnya. Ingat, kebahagiaan selalu ada dalam diri kita dan bukan ada di orang lain.

Note: Kalau kalian mau sharing bisa comment dibawah atau email gw weareseeds.id@gmail.com atau bisa direct message intagram @weareseeds.id

Leave a Reply